WARGA RW 02 KELURAHAN KUTISARI MERAYAKAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW
- Sep 19, 2024
- KIM KUTISARI
Surabaya, Kutisari. Kim. id-
pada hari Kamis 19 September 2024 warga lingkungan RT 10 – RW 02 Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Surabaya mengadakan kegiatan peringatan maulid nabi Muhammad SAW 1446 H/2024 M.
Seperti diketahui, kelahiran Nabi Muhammad SAW, menjadi hari yang istimewa bagi seluruh umat islam, khususnya warga RW 02 di lingkungan RT 10. Kegiatan yang bertemakan “Guyub Rukun Sak Lawase Untuk Kutisari Lebih Baik”
kegiatan dimulai Pukul. 19:30 wib dibuka dengan senandung sholawat dari tim Al-Banjari Rohmatulloh, acara yang dipandu oleh Bapak Supinto ini juga diisi oleh penceramah agama Ust. H. Moh. Sulaiman tokoh agama setempat.
Dalam perayaannya, berbagai macam hadiah digantung disepanjang jalan. Mulai dari uang, sandal, snack dan hadiah lainnya semuanya ludes direbutkan oleh warga.

Selain itu ada buah-buahan yang digantungkan diatas tenda, perlu diketahui kegiatan seperti ini sudah dilakukan secara rutin karena ini merupakan tradisi tahunan.
Budaya tradisi yang mempunyai makna sebagai ungkapan bentuk rasa syukur dan suka cita dalam menyambut hari kelahiran Baginda Nabi Besar Muhammad SAW.
Sementara, sebelum perebutan barang – barang itu, warga sebelumnya mengikuti acara sholawatan mengagungkan Nabi Muhamad SAW.
Begitu, waktu Mahlul Qiyam dan Al Banjari membawakan shalawat nabi, warga pun siap berebut hadiah yang menggantung diatasnya.

Keseruan pun terpecah ketika beberapa diantara mereka harus melompat merebut hadiah dan terjatuh.
“Tradisi tahunan ini dilakukan sudah turun temurun dari mbah buyut (leluhur) kutisari dan kita tinggal melestarikannya menjadi tradisi warga kutisari.
Orang Jawa itu senang sekali dengan sesuatu yang sifatnya ramai, artinya tradisi ini sebagai bentuk suka-cita untuk mengajak berbahagia bersama.

Kebahagiaan harus kita rayakan bersama, lebih – lebih ini adalah Maulid Nabi kelahiran Nabi Muhammad” tutur pria yang biasa dipanggil pak Arifin.
Selain itu, dari segi kebersamaan, juga untuk mempererat tali silaturahmi, memelihara semangat bergotong royong sambungnya,”
Dengan tradisi perayaan Maulid Nabi khususnya di RT 10 – RW 02 Kutisari tiap tahun kegiatan ini masih eksis hingga kini, lanjut Arifin, tak terlepas dari ideologi Nahdiyin yang memang dianut mayoritas warga kutisari.
“Ini kental kultur NU- nya, jadi tradisi seperti ini masih terus eksis hingga sekarang,” imbuhnya.
Antusias masyarakat cukup bagus sekali. Selain bermakna untuk mengajarkan kecintaan kepada Rasulullah, acara ini bisa menambah kerukunan antar warga,” jelas Arifin ketua RT 10 ini.***
Penulis : Kim kutisari