Walikota Surabaya Eri Cahyadi Tegaskan RT/RW dan KSH Wajib Deteksi Masalah Warga
- Jun 01, 2026
- KIM KUTISARI
Surabaya, Kutisari.Kim.Id - Eri Cahyadi Walikota Surabaya Menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat tidak dapat hanya dibebankan kepada Pemerintah Kota Surabaya . Peran aktif pengurus RT dan RW serta Kader Surabaya Hebat menjadi kunci utama dalam mendeteksi menyelesaikan berbagai persoalan warga sejak dini.
Dalam arahannya Eri Cahyadi meminta seluruh pengurus RT, RW bersinergi dengan KSH yang bertugas melakukan pendataan pemantauan kondisi warga di lingkungan masing-masing.
Setiap Kader Surabaya Hebat (KSH) bertanggung jawab terhadap sekitar 20 persil rumah warga sehingga berbagai persoalan sosial seharusnya dapat terdeteksi dengan cepat," kata Eri pungkasnya .
" Pak RT dan Bu RT diberikan amanah oleh warga , kalau ada KSH yang mendata 20 rumah dan mengetahui ada lansia yang hidup seorang diri juga warga tidak mampu seperti anak yang kesulitan sekolah maka itu harus segera dilaporkan kepada ketua RW untuk di rekap dan ditindaklanjuti ," tegas Eri.
Menurutnya konsep Kampung Pancasila tidak boleh berhenti sebagai slogan Kampung Pancasila harus menjadi wadah nyata dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
Walikota Surabaya Eri Cahyadi menyoroti masih adanya persoalan Fasilitas Umum (fasum) anak putus sekolah , warga yang belum memperoleh bantuan sosial, hingga berbagai persoalan kemasyarakatan lainnya yang terkadang baru diketahui setelah menjadi viral di media sosial.
Kalau tidak ada laporan dari RT dan RW bagaimana pemerintah bisa mengetahui persoalan yang terjadi di bawah ! Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri tanpa informasi dari wilayah , jangan sampai masalah baru ditangani setelah viral,"ujarnya.
Sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kota Surabaya (Pemkot) akan memperkuat pendampingan kepada wilayah dengan melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Setiap RW nantinya akan mendapatkan pendampingan langsung dari pejabat pemerintah kota guna memastikan berbagai persoalan dapat ditangani tanpa berlarut-larut.
Walikota Surabaya menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh hanya hadir ketika masalah sudah menjadi sorotan publik , sebaliknya seluruh elemen pemerintahan harus bergerak lebih cepat sebelum persoalan berkembang menjadi krisis sosial di lingkungan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut Eri juga memberikan peringatan keras kepada seluruh jajarannya yang terlibat dalam pelaksanaan Kampung Pancasila, Pak Wali menegaskan tidak akan segan melakukan evaluasi hingga pencopotan terhadap satgas Kampung Pancasila apabila ditemukan masih banyak persoalan yang tidak terdeteksi dan tidak terselesaikan.
"Kalau di sebuah Kampung masih banyak persoalan yang tidak terpantau dan tidak ditangani , berarti Fungsi Kampung Pancasila belum berjalan sebagaimana mestinya ,saya pastikan akan saya copot terlebih dahulu Satgas Kampung Pancasila yang tidak bekerja maksimal ,"tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kota Surabaya menginginkan sistem pelayanan masyarakat yang bergerak aktif, responsif dan tidak menunggu persoalan menjadi membesar. RT ,RW, KSH serta seluruh unsur pemerintahan di tingkat kampung di tuntut hadir sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dan menyelesaikan setiap persoalan warga demi mewujudkan Kota Surabaya yang lebih peduli ,inklusif dan berkeadilan sosial . (Kim Kutisari).