Kutisari Kampung Hadroh Dan Sholawat, Tradisi Yang Mengakar Penuh Semangat Spritual Tinggi

  • Apr 08, 2026
  • KIM KUTISARI

Surabaya, Kutisari.Kim.Id-Di tengah gemuruh zaman modern dan perkembangan dunia digital yang semakin cepat, Desa Seturi sekarang lebih di kenal Kutisari Kecamatan Tenggilis Mejoyo - Surabaya. justru menguatkan identitas kultural-religiusnya sebagai ‘Kampung Rebana dan Hadroh Sholawat’. Hampir setiap hari, sore dan malam hari tradisi memukul rebana dan melantunkan pujian kepada Rasulullah SAW menggema hampir di seluruh gang - gang Kutisari—mulai dari Gang Dua (RT 03) , Gang Lima (RT 10) hingga Ibu Muslimat PKK yang berbasis di wilayah RW 02 Kutisari 

Hampir setiap masjid dan musholla di wilayah RW 02 Kutisari tersebut memiliki satu atau lebih grup hadroh. Bahkan, di Masjid Roudhotul Jannah ada penampilan Rebana Sholawat Khoirun Nisa dan tercatat ada hadroh aktif yang berasal dari kalangan ibu-ibu muda, hingga para bapak-bapak di wilayah (RW 02), Pemandangan latihan rutin maupun penampilan di acara keagamaan menjadi hal yang lazim dan menghidupkan suasana spiritual dan kekompakan warga.

“Saya terharu melihat bagaimana peran ibu - ibu hingga bapak - bapak bisa kompak berlatih. Ini bukti bahwa sholawat sudah menjadi denyut kehidupan masyarakat Kutisari,” 

Menurut pengamatan kami, Rabu siang 8 April 2026 masyarakat setempat, budaya hadroh dan sholawat di wilayah RW 02 Kutisari sudah tumbuh sudah lama, bahkan grup hadroh yang notabenenya adalah salah satu grup hadroh fenomenal pada masanya, juga digawangi oleh ibu - ibu seperti Khomsinur dkk.

Terdapat juga kesenian Reog Mini karya warga RT 07 yang juga cukup fenomenal dan sering melanglangbuana ke berbagai wilayah dan kecamatan untuk tampil dalam berbagai undangan seperti sunatan, Arak Manten (pernikahan), Tedak Siten dan acara lain hanya sekedar untuk menghibur warga.

Sejarah tersebut menjadi akar kultural kesenian hadroh yang ada di desa seturi (Kutisari) sehingga dalam beberapa tahun terakhir sejarah tersebut menjadi basis mulai menggeliatnya kembali tradisi hadroh, rebana dan sholawatan yang kembali menunjukkan gairah dan peningkatan yang sangat pesat.

Ketersediaan rebana, hingga pelatihan dasar vokal dan irama kini sudah menjadi hal lumrah di wilayah RW 02 Kutisari.

Warga berharap kegiatan positif ini bisa terus didukung oleh pemerintah, baik di tingkat Kelurahan maupun Kota. Apalagi dengan semangat syiar Islam yang damai dan menggembirakan, hadroh bisa menjadi sarana pendidikan karakter yang efektif bagi generasi muda.**(Kim Kutisari)